Media/publishing Photography Tips Foto Traveling

Inilah 12 Foto Traveling Terbaik Hasil Bidikan Fotografer dengan Latar Budaya dan Alam Indonesia

Author by Andrall Intrakta DC      Published by Hipwee Travel

 

Melakukan perjalanan atau traveling, tentu tak bisa dipisahkan dari yang namanya foto dan catatan perjalanan. Ya, karena hanya dengan menulis dan memotret, kita bisa mengabadikan kenangan yang telah kita ukir. Sayang banget nggak sih, kamu sudah jauh-jauh traveling ke suatu tempat yang masih jarang dikunjungi orang, eeh, tapi kamu lupa foto? Sayang banget!

Begitu banyak traveler yang mengabadikan momen perjalanannya menjelajah nusantara hingga mancanegara. Nggak sedikit yang menuliskannya hingga menjadi beberapa buku, dan nggak sedikit pula yang memotretnya hingga menjadi beberapa album foto. Nah, setelah kemarin Hipwee Travel sudah mengulas soal buku traveling hasil karya para penulis travel, kali ini gantian foto travel yang akan diulas. Hipwee Travel akan memberikan daftar foto travel terbaik fotografer Indonesia yang mendunia dalam berbagai kontes fotografi.

 

 

Hasil jepretan Dody Kusuma, seorang nelayan yang melemparkan jala, menjadi pemenang dalam kontes foto Natgeo pada 2013 lalu.

The fisherman at Bira Beach

Foto ini memenangkan kontes foto tahunan National Geographic 2013. Foto Dody yang menampilkan nelayan di senja Pantai Bira, Sulawesi Selatan, didaulat sebagai pemenang Viewers Choice. Jepretan ini berhasil mengalahkan sekitar 15.000 entri foto yang masuk dari berbagai belahan dunia.

 

 

Mengabadikan erupsi Gunung Sinabung, Albert Ivan Damanik menjadi finalis dalam kontes foto yang diadakan majalah Smithsonian, USA.

Sinabung

Material vulkanik mengalir dari Gunung Sinabung, seperti yang terlihat dari desa Jeraya, Sumatera Utara, 26 Juni 2015. Gambarnya begitu bernyawa, ya.

 

 

 

Sebelumnya, Alamsyah Rauf juga berhasil menjadi finalis di ajang yang sama dengan Ivan Damanik. Hasil jepretannya berjudul ‘Petani Memanen Garam’.

Petani Garam

Kekeringan yang meresahkan masyarakat pad akhir 2012 lalu, membawa dampak yang sama pada petani garam di Kalimantan, yang berhasil diabadikan oleh Alamsyah Rauf. Terasa begitu dekat.

 

 

Hasil tangkapan fotografer Amerika yang masuk sebagai finalis Majalah Smithsonian, berlokasi di bawah laut Pulau Wangiwangi, Kepulauan Wakatobi.

Fisherman.

Fotografer asal USA ini berhasil menangkap kegiatan pencari ikan di Pulau Wangiwangi, Kepulauan Wakatobi.

 

 

Ed Nofri, dengan Karapan Sapi-nya, berhasil meraih Grand Prize Winner di kontes foto Coina Photo 2015 lalu.

Trying to Survive.

Foto berjudul Trying to Survive ini menampilkan seorang yang tengah mencoba bertahan dari laju dua ekor sapi dalam sebuah karapan.

 

 

 

Berada di bawah Ed Nofri, Culture of Jambi karya Mangaloksa Hasibuan keluar sebagai runner up I di ajang yang sama pada tahun lalu.

Kebudayaan Jambi.

Seorang wanita dan dua gadis kecil berpakaian adat Jambi yang berhasil diabadikan oleh Mangaloksa Hasibuan, keluar sebagai runner up I dalam Coina Photo Contest 2015.

 

 

Firman Imen Ramadhy dengan Sanur-nya, berada di pos ketiga setelah Culture of Jambi.

Sanur di kala senja.

Tak mau ketinggalan, Firman Imen Ramadhy juga mencatatkan namanya di dalam ajang serupa, Coina Photo Contest 2015.

 

 

Foto seorang bocah berusia 14 tahun, Michael Theodric, masuk dalam nominasi Sony WPA!

Jepretan Michael Theodric.

Hasil potret Michael Theodric ini nominasi dengan foto berjudul Take Water atau mengambil air. Foto ini diambil di Mauk, Banten, ketika seorang pria menyiram tanamannya di musim kering.

 

 

Ulet Ifansasti berhasil menjuarai Awards of China International Press Photo Contest dalam kategori natural.

Sinabung.

Ulet Ifansasti meraih Awards of China International Press Photo Contest pada 2015 lalu.

 

 

Negeri di atas awan, Bromo, karya Ho Sung Hu Zacho, yang masuk dalam nominasi kontes foto traveling dari Majalah Smithsonian.

Bromo.

Living in the Fog, mengantarkan Ho Sung Hu Zacho masuk ke dalam nominasi kontes foto traveling dari Majalah Smithsomian 2015 lalu.

 

 

Pulau Padar, Flores, menjadi hasil jepretan Marco Widjaja. Sayang, nggak berhasil masuk nominasi Majalah Smithsonian.

Padar Island, Flores.

Menjelang senja di Pulau Pandar.

 

 

Orang Utan in the Rain karya Andrew Suryono keluar sebagai juara dalam kontes foto tahunan National Geographic 2015.

Orang Utan memayungi diri dari hujan.

“Aku mengambil gambar dari beberapa Orangutan di Bali, lantas hujan mulai turun. Tepat sebelum aku meletakkan kamera, aku melihat seekor Orangutan mengambil daun talas dan menaruhnya di atas kepalanya untuk melindungi dirinya dari hujan. Aku segera mengambil kamera dan lensa teleku untuk melestarikan momen ajaib ini!” kenang Andrew Suryono.

 

Nah, itulah 12 foto terbaik pilihan Hipwee Travel dari fotografer dalam maupun luar negeri yang mengambil gambar di Indonesia. Menurutmu, mana yang terbaik dari yang terbaik?

 

suber : http://www.hipwee.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *